Formula 1

MOMEN JUARA, Kemenangan Dramatis James Hunt, Sang One Hit Maker F1

Posted on

DetikSport.id – Hujan lebat tak berhenti menyiram Sirkuit Fuji Speedway, Jepang, ketika berlangsungnya seri terakhir Formula 1 (F1) musim 1976.

Kucuran hujan tak kemudian membuat lomba dihentikan. Panitia tetap memerintahkan pacuan untuk tetap dilaksanakan.

Duel pamungkas di Negeri Sakura sekaligus menjadi ajang penentuan gelar untuk dua kuda balap terdepan, yaitu Niki Lauda dan James Hunt.

Lauda, yang menyandang kedudukan juara bertahan, datang ke Jepang dengan situasi memuncaki klasemen pembalap. Ia melulu unggul tiga poin atas Hunt.

Pertarungan diwarnai guyuran hujan dan memunculkan kekhawatiran untuk sebagian pembalap.

Beberapa peserta menyimpulkan untuk berhenti sebab takut terjadi kecelakaan.

Kejutan muncul saat menginjak lap kedua. Lauda ikut berhenti dari pertandingan sebab memandang situasi lintasan terlampau berbahaya.

Keputusan Lauda dapat dimengerti. Pria asal Austria tersebut masih dibayangi trauma lantaran merasakan kecelakan fatal ketika turun dalam seri ke-10 di Jerman.

Dengan mundurnya Lauda dari pacuan di Jepang, otomatis kesempatan Hunt menggenggam predikat juara dunia semakin tersingkap lebar.

Pembalap yang kala tersebut membela kesebelasan McLaren melulu perlu finis di urutan ketiga untuk mengalahkan poin Lauda.

Jalan Hunt mengarah ke pintu juara bukan berarti mudah. Di samping harus menanggulangi lintasan licin, ia pun mengalami masalah pada unsur ban.

Dewi Fortuna ternyata masih menghinggapi Hunt. Setelah sempat tercecer di deretan kelima, pria berpaspor Inggris tersebut akhirnya secara dramatis sukses mengklaim posisi ketiga.

Kesuksesan finis di peringkat ketiga menciptakan Hunt naik ke puncak klasemen pembalap dengan pendapatan 69 poin.

Sementara itu, Lauda mesti rela turun ke tangga kedua dengan melulu terpaut satu angka.

Alhasil, Hunt menemukan titel juara dunia guna kali kesatu sekaligus yang terakhir dalam karier balapannya.

Bisa dibilang, ia adalah one hit maker atau melulu sekali menciptakan gebrakan.

Pertarungan Hunt dan Lauda diingat sebagai di antara rivalitas sangat legendaris dalam sejarah F1.

Panasnya kompetisi F1 musim 1976 juga diabadikan dalam suatu film bertema ‘Rush’.

Film yang diluncurkan pada 2013 itu diperankan oleh Chris Hemsworth (Hunt) dan Daniel Bruehl (Lauda).

Sayang, Hunt tidak sempat menonton film arahan sutradara Ron Howard. Ia wafat pada 15 Juni 1993 dampak serangan jantung.

“Hal yang menciptakan saya sedih ialah dia tidak sedang di sini sekarang. Saya bercita-cita dia menyaksikan film ini sebab dia tentu menikmatinya,” ucap Lauda dilansir Telegraph.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *