Aya Ohori

3 Pebulutangkis Putri yang Prestasinya Tak Secantik Rupanya

Posted on

DETIKSPORT.ID – Gronya Somerville menjadi di antara pebulutangkis tunggal putri yang sayangnya tak mempunyai prestasi secantik rupanya.

Sebagai olahraga yang pun dimainkan oleh tidak sedikit atlet putri, badminton sering menghadirkan daya tarik berupa wajah cantik atlet yang bertanding di lapangan.

Tak terhitung memang ada sejumlah pebulutangkis putri ketika ini yang mempunyai pesona lewat wajah cantik. Baik yang memiliki keelokan oriental, khas barat atau dengan wajah lokal khas Indonesia.

Namun sayangnya di antara sejumlah pebulutangkis cantik tersebut, terdapat yang tak dapat menyelaraskan penampilan fisiknya dengan prestasi di atas lapangan.

Bukan berarti tidak berhasil total, tetapi sejumlah pebulutangkis melulu mampu mencatatkan prestasi minor, di saat daya tarik kecantikannya begitu menjadi perhatian khalayak.

Siapa saja mereka? Berikut DETIKSPORT merangkumkan.

Gronya Somerville

Pebultangkis kesatu terdapat Gronya Somerville. Soal keelokan wanita berdarah Australia-China ini jelas telah tak dapat dibantah lagi.

Bahkan Gronya Somerville sempat dinobatkan sebagai pebulutangkis tercantik pada tahun 2016 silam, oleh di antara media olahraga internasional.

Sayang memang, wajah cantik perempuan kelahiran 10 Mei 1995 tersebut tak kemudian sejalan dengan prestasinya di lapangan pertandingan.

Gronya Somerville memang dapat meraih sebanyak gelar juara bareng negaranya, Australia, namun tersebut kebanyakan melulu di kejuaraan level Australia-Oceania. Wilayah yang memang belum berkembang bulutangkisnya.

Sementara di level dunia atau BWF Super Series, Gronya Somerville terdaftar baru sekali dapat meraih juara. Itupun di turnamen berlevel Super 100 Canada Open 2019 silam. Kala dirinya turun di nomor ganda putri bareng Setyana Mapasa.

Aya Ohori

Selanjutnya terdapat tunggal putri Jepang, Aya Ohori. Dengan keelokan khas Asia Timur, memadukan kulit putih dan mata kecil, daya tarik Aya Ohori memang dengan mudah unik perhatian siapapun yang menyaksikannya di atas Namun sayangnya memang dengan umur baru 23 tahun ini, prestasi Aya Ohori belum dapat dibilang membanggakan.

Sebagai tim, Aya Ohori memang pernah menemukan prestasi juara Asian Games sampai Asia Championship ua kali bareng tim putri Jepang.

Namun saat tampil sendiri, prestasi Aya Ohori masih terhitung medioker. Dirinya baru dapat mengoleksi lima gelar juara di turnamen selevel BWF Grand Prix dan satu gelar di BWF International Challenge.

Padahal andai melihat Aya Ohori di level junior, dirinya sempat begitu meyakinkan, ketika terbit sebagai juara tunggal putri di kejuaraan Asia Junior Championship tahun 2013

Nitchaon Jindapol

Tunggal putri Thailand Nitchaon Jindapol juga dapat dikatakan sebagai pebulutangkis yang mempunyai prestasi tak secantik rupanya.

Bagaimana tidak, ketika datang ke Indonesia Open 2019 kemudian mislanya, daya tarik Nitchaon Jindapol membuat nyaris seluruh seisi Istora Gelora Bung Karno memberikan sokongan.

Namun hasilnya, Nitchaon Jindapol hanya dapat melaju sampai babak perempatfinal, umur kalah dari tunggal putri Jepang Akane Yamaguchi.

Hasil di Indonesia Open 2019 itu melulu sedikit cerminan dari minimnya prestasi Nitchaon Jindapol di arena bulutangkis. Sepanjang karier, Nitchaon Jindapol terdaftar baru sekali menjuarai turnamen berlevel BWF World Tour. Kala dirinya juara di lokasi tinggal sendiri dalam ajang Thaland Master 2018 silam, yang melulu berlevel Super 300.

Sementara daftar lainnya, Nitchaon Jindapol Hanya dapat empat kali juara di turnamen BWF International Challenge dan tiga kali di BWF Grand Prix.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *